Pemda Diminta Realisasikan Satu Desa Satu Paud Percontohan

0
Wakil Ketua II TP PKK Provinsi Sumsel Ekowati Retnoningsih memberikan keterangan pers kepada awak media (Foto: Kurniawan/Pelitasumatera)

Pelitasumatera.com, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel meminta kabupaten/kota di Sumsel untuk membentuk program satu desa satu paud percontohan. Hal ini merupakan salah satu program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemprov Sumsel 2019.

Selain itu program ini juga merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 tahun 2017 tentang gerakan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga.

Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj Febrita Lustia Herman Deru melalui Wakil Ketua II DR Ekowati Retnoningsih mengatakan, program tersebut merupakan kewenangan dari pemerintah kabupaten/kota sedangkan provinsi kewenangannya adalah sma/sederajat.

“Oleh sebab itu untuk mewujudkan program satu desa satu paud percontohan ini antara provinsi dan kabupaten/kota perlu berkolaborasi dan bersinergi,” katanya, saat usai membuka pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bagi TP PKK Kab/Kota se Provinsi Sumsel di Aula TP Pkk Provinsi Sumsel, Selasa (4/12/2018).

Ia menjelaskan, dengan adanya program satu desa satu paud percontohan, pihaknya yakin dunia pendidikan di provinsi Sumsel ini kedepannya akan maju dan berkembang.

“Untuk itu kurikulum dalam paud harus benar-benar diperhatikan, dan program satu desa satu paud percontohan ini tak lepas dari peran TP Pkk yang ada di masing-masing daerah, karena salah satu program TP Pkk adalah pendidikan dan keterampilan yang bisa masuk dalam paud,” ujar dia.

Ekowati menjelaskan, sejak tahun 1935 Ki Hajar Dewantara mencetuskan bahwa keluarga, pendidikan dan masyarakat merupakan trisentra pendidikan. Kemitraan yang baik diantara ketiganya, dapat mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang baik.

“Jadi perlu diingat bahwa paud ini bukanlah menggantikan pendidikan di keluarga melainkan hanya membantu pendidikan saja,” jelasnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, dalam melakukan pendidikan di tingkat paud, anak-anak jangan dibebankan dengan mencetak prestasi melainkan hanya membuat anak-anak untuk belajar dengan aman, nyaman dan menyenangkan, dengan begitu dapat mengoptimalkan perkembangan potensi yang ada di dalam diri anak-anak.

“Yang terpenting untuk anak usia dini di sekolah atau paud dia harus nyaman, bahagia dan gembira dalam proses pendidikan tersebut. Jadi anak-anak bukan dipaksa untuk berprestasi karena belum waktunya,” bebernya.