Messi Diharapkan Kembali ke Timnas Argentina

0
Lionel Messi (Foto: Ist)

Pelitasumatera.com, PALEMBANG – Keputusan Lionel Messi meninggalkan tim nasional masih belum bisa diterima sebagian besar publik Argentina. Secara khusus, pelatih timnas Argentina Lionel Scaloni berharap bintang Barcelona itu mau mempertimbangkan kemungkinan kembali.

Lionel Messi memutuskan menutup lembarannya bersama timnas Argentina setelah penampilan buruk di Piala Duina 2018 lalu. Kala itu, La Pulga tampak seorang diri kerepotan membantu Argentina meraih kemenangan.

Kendati demikian, pada akhirnya Argentina gagal total. Tampaknya hal ini terjadi karena kesalahan pelatih Argentina ketika itu, Jorge Sampaoli yang berulang kali mengatakan akan membangun tim di sekitar Messi.

Scaloni berharap Lionel Messi mau melupakan hal itu dan kembali membela timnas. Sebagai pelatih baru, Scaloni memang sedang membangun ulang fondasi tim. Dia mau Argentina yang baru lebih menyatu dan memiliki semangat bersama untuk meraih trofi. Alhasil, untuk mewujudkan itu, Messi sangat dibutuhkan.

“Kami akan berbicara dengan Leo (Messi) pada hari-hari sebelum daftar laga bulan Maret. Ketika waktunya tepat, kami akan berbicara,” tegas Scaloni dikutip dari Reuters.com.

“Saya berharap dia bisa berada di sini, tapi lebih dari itu kami ingin dia bahagia. Saya memiliki firasat yang bagus.”

Keputusan Messi gantung sepatu dari sepak bola internasional sebenarnya bukanlah yang pertama. Beberapa tahun lalu, dia pernah memutuskan pensiun karena gagal membantu Argentina meraih trofi di dua ajang bergengsi (Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015).

Messi memang memiliki beban paling berat ketimbang pemain-pemain lain. Sebagai pemain terbaik di dunia, tentu dia memikul harapan tinggi untuk mempersembahkan trofi bagi negaranya.

Pun demikian, masalah Messi tampaknya sudah terlihat. Messi memang hebat, tapi dia bukan pemimpin. Legenda Argentina, Diego Maradona pernah mengatakannya langsung: “Saya mencintai dia (Messi) dengan seluruh hati saya, dia fenomenal, tapi mereka ingin membuat dia jadi pemimpin, dan dia tak akan pernah jadi pemimpin,” kata Maradona.