Kerugian Hingga Rp 19 Triliun Menanti Liga Inggris

Logo Liga Inggris (Foto: Ist)

MANCHESTER – Kepala Ekseskutif Liga Inggris, Richard Masters, membela klub yang merumahkan stafnya. Ia mengungkapkan kerugian sebesar Rp 19 triliun menanti Liga Inggris.

Liga Inggris harus ditangguhkan hingga jangka waktu yang belum ditentukan akibat pandemi Virus Corona. Kasus COVID-19 di Negeri Tiga Singa sudah menyentuh angka 55.940 dengan 6.171 meninggal dunia dan 320 dinyatakan sembuh.

Tidak adanya pertandingan membuat perputaran uang yang masuk ke kantong klub ikut tersendat. Dampak dari hal itu, klub-klub mulai berupaya menekan beban pengeluaran mereka.

Newcastle United, Tottenham Hotspur, Bournemouth, Norwich City dan Liverpool telah memutuskan untuk merumahkan staf mereka. Masters menilai langkah dari klub-klub di atas adalah tindakan yang cukup tepat untuk saat ini.

Mereka dianggap telah mengikuti anjuran dari pemerintah Inggris. Masters mengungkapkan hal tersebut melalui surat yang ditujukannya kepada Ketua Komite Olahraga Parlemen Inggris, Julain Knight.

“Langkah untuk merumahkan para pegawai dianjurkan oleh pemerintah untuk bidang Ekonomi. Di dalamnya termasuk banyak perusahaan hiburan atau yang bergantung dengan penampil kelas atas,” tulis Kepala Eksekutif Liga Inggris tersebut dikutip dari Manchester Evening News.

“Kami sepakat dengan Anda bahwa perampingan perlu dilakukan oleh semua pihak. Kami dan klub melakukan hal itu.”

“Klub masing-masing perlu membuat keputusan ini berdasarkan perkiraan mereka sendiri. Karena setiap klub memiliki kondisi yang berbeda-beda.”

“Langkah yang diambil pemerintah telah mempertimbangkan semua hal dalam perekonomian. Keputusan ini sangat krusial dibuat dengan mempertimbangkan situasi jangka pendek, menengah dan panjang,” jelasnya.

Masters menjelaskan ini adalah salah satu langkah untuk menekan kerugian besar yang kini tengah menanti klub Liga Inggris. Ia mengungkapkan Liga Inggris bisa merugi hingga 1 milliar paun (Rp 19 triliun) jika kompetisi musim ini gagal dituntaskan.

“Kerugian 1 miliar paun menanti kami jika gagal menyelesaikan Musim 2019/20. Kerugian ke depan akan lebih besar jika pandemi semakin meluas di masa depan,” jelasnya. (detikcom)