Walhi: Kualitas Udara di Palembang Kembali Memburuk

0

Pelitasumatera.com, PALEMBANG – Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Selatan menyatakan kualitas udara di Kota Palembang kembali memburuk karena dicemari asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari sejumlah kabupaten sekitar.

“Asap Karhutla hari ini kembali mencemari udara di Palembamg dan daerah sekitarnya setelah sekitar sepekan terbebas dari asap karena ada turun hujan,” kata Direktur Eksekutif Walhi Sumsel Hairul Sobri, di Palembang, Rabu.

Kualitas udara sekarang ini kurang baik menuju level tidak sehat karena dicemari asap dari kebakaran hutan dan lahan sejumlah kabupaten seperti Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Banyuasin, danMusi Banyuasin.

Kualitas udara di Ibu kota Provinsi Sumsel itu, ujar dia, mencapai level 50 hingga di atas 150 mikrogram/m3.

Sesuai kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), jika kualitas udara berada pada level 0-50 mikrogram/m3 dalam kondisi baik, sedangkan pada level 50-150 sedang, 150-250 tidak sehat, 250-350 sangat tidak sehat, dan pada level lebih dari 350 mikrogram/m3 berbahaya.

Ia mengatakan, melihat perkembangan data kualitas udara (PM 10) di Kota Palembang dan sekitarnya yang sekarang ini memburuk, diharapkan pihak BPBD dan tim Satgas gabungan siaga darurat asap untuk melakukan tindakan penanggulangan Karhutlasecepatnya.

“Ini agar tidak semakin luas dan asapnya tidak menimbulkan pencemaran udara yang semakin parah mencapai level bahaya bagi kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan fakta tersebut, pemerintah pusat dan daerah harus bertindak cepat menangani ancaman bahaya asap dari karhutla itu.

“Negara bertanggung jawab atas udara bersih dan sehat untuk rakyat, oleh karena itu harus melakukan tindakan cepat menanggulangi bencana asap yang mulai mengganggu kesehatan dan berbagai aktivitas masyarakat,” ujar dia.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dr Letizia mengatakan pihaknya menyiagakan tim untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kualitas udara yang akhir-akhir ini kurang baik.

“Tim yang siaga di puskesmas dan rumah sakit umum daerah setiap waktu siap memberikan pelayanan kepada warga kota yang mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara dalam dua bulan terakhir ada ratusan warga terkena ISPA yang telah diberikan pelayanan kesehatan dengan baik.

Pihaknya telah berupaya mengimbau warga agar menggunakan masker untuk meminimalkan kontak langsung dengan asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah Sumsel.

“Selain menggunakan masker, untuk menghindari penyakit ISPA dan gangguan kesehatan lainnya akibat udara tercemar asap karhutla, warga diimbau untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” ujar kadinkes. (ant)