Anak Gunung Krakatau Erupsi, Warga Rajabasa Mencium Bau Belerang

Sumber: Instagram Polres Lamsel,Sabtu (11/4/2020)

LAMPUNG SELATAN—Anak Gunung Krakatau Erupsi, warga Desa Way Muli, Kunjir dan Batu Balak Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan sempat mencium bau belerang mengungsi di Masjid.

“Kaget Bang, Saya dan beberapa warga keluar rumah dan mencari tempat yang aman dan alhamdulilah dapatnya di masjid Al-Ikhlas. Sebelumnya memang kami mencium bau belerang  yang sangat menyengat sampai bikin sesak nafas,”ujar Dendi kepada Pelitasumatera.com, Sabtu (11/4/2020)

 

Puluhan warga Lampung Selatan mengungsi di Masjid untuk menghindari letusan dari Anak Gunung Krakatu, Sabtu (11/4/2020)

Ia menambahkan sampai dengan saat ini semua warga Desa Way Muli Kunjir dan Batu Balak masih tetap mengungsi sampai mengetahui keadaan aman. Berdasarkan informasi dari situs resmi Magma Indonesia (magma.esdm.go.id)  pada hari Jumat, (10/4/2020) pukul 22.35 WIB telah dilaporkan terjadi erupsi Anak Gunung Krakatau dengan tinggi kolom abu teramati lebih kurang 500 meter di atas permukaan laut, dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah udara.

Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 2284 detik. Dalam situs tersebut juga masyrakat atau wisatawan sekitar dirokemendasikan untuk tidak mendekati kawah dalam radius 2 Kilometer.

Tidak hanya itu terlihat juga dari CCTV milik Badan Geologi PVMBG, sebuah penampakan letusan api dan kabut asap yang tebal  di areal puncak Anak Gunung Krakatau tersebut yang mengakibatkan warga sekitar panik.

Sementara itu, dilansir dari Instagram Polres Lampung Selatan bahwa Polsek Kalianda sedang melakukan patroli di Desa Maja untuk membantu pengungsian warga.(ris)