
PALEMBANG – Dilatarbelakangi persoalan utang-piutang, seorang ibu rumah tangga (IRT) mengaku telah dianiaya dan mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang guna membuat laporan polisi, Senin (13/6/2022).
Korban bernama Nilawati (43) warga Perum PNS Pemkot, Kecamatan Gandus Palembang mengadukan perbuatan terlapor RD yang telah mencakar bahu sebelah kiri korban.
Diceritakannya, kejadian menimpa korban hari Sabtu (11/6/2022), sekitar pukul 13.30, di rumahnya.
Berawal antara korban dan terlapor ada masalah hutang piutang, dan telah disepakati pembayaran pada tanggal 10 Juni 2022.
Namun saat kejadian terlapor mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) rumah korban.
Terlapor menagih hutang kepada korban, namun korban menjelaskan bahwa pembayaran hutang belum jatuh tempo, sehingga terjadi cekcok mulut.
Lalu terlapor mencakar bahu sebelah kiri korban, disaat bersamaan datang saksi tetangga korban yang langsung melerai keributan.
“Benar saya di cakar di bahu sebelah kiri, awalnya karena pasal hutang piutang belum jatuh tempo sudah menagih.”
“Hutang ada Rp 8 juta, terlapor datang itu langsung masuk kedalam rumah begitu saja,” jelas korban usai membuat laporan.
Masih kata korban, dirinya membuat laporan karena merasa takut dan terancam. “Saya takut pak, terlapor nanti datang lagi kerumah saya.”
Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi membenarkan adanya laporan korban terkait Pasal 351 yang sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang.
“Laporan sudah diterima dan selanjutnya akan diserahkan ke Sat Reskrim guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya.