Lubuk Basung – Bunga bangkai jenis amorphophallus titanum setinggi 2,62 meter mekar sempurna di habitat bunga rafflesia di kawasan hutan Cagar Alam Batang Palupuh, Nagari (Desa) Koto Rantang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Pengendali Ekosistem Hutan Balai Konservasi Sumbar Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Syahrul Fitra, mengatakan bunga dengan tinggi 2,62 meter dan lebar 95 centimeter itu mekar sempurna pada hari kedua.
“Bunga bangkai mekar sempurna hari kedua dan beberapa hari ke depan bakal layu atau membusuk,” katanya.
Ia mengatakan lokasi mekar bunga langka dan dilindungi itu berada di habitat bunga rafflesia jenis Arnoldii.
Cagar Alam Batang Palupuh yang memiliki luas area 3,4 hektare merupakan kawasan konservasi flora langka, khususnya rafflesia arnoldi, yang pertama kali ditemukan pada 1930.
Sejak ditemukan bunga langka di lokasi tersebut, kawasan itu kemudian ditetapkan sebagai Cagar Alam Batang Palupuh oleh Pemerintah Belanda lewat Gubernur Besluit No 3 STBL No 402 pada 14 November 1930.
“Hampir setiap bulan bunga rafflesia tersebut mekar di lokasi itu,” katanya.Sementara itu, Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar Ade Putra menambahkan bunga bangkai sendiri diketahui mengalami dua fase, yaitu fase vegetatif atau berdaun yang ditandai dengan adanya batang dan daun serta berlangsung sampai dengan dua tahun.
Setelah itu fase generatif atau berbunga yang berlangsung selama 7-10 hari.
Bunga bangkai termasuk puspa yang dilindungi menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018.
Saat ini ada empat jenis bunga bangkai yang ditemukan di wilayah Agam, yakni Amorphophallus Titanum, Amorphophallus Gigas, Amorphophallus Paoeniifolius, dan Amorphophallus Variabilis.
“Bunga tersebar di beberapa daerah di Agam, seperti Kecamatan Palembayan, Palupuh, Tanjung Raya, Lubuk Basung, Matur, dan lainnya,” katanya.